Movie review score
5

KETIKA JATUH CINTA (2014)



UNTUK DOWNLOAD FILM LAIN NYA SILAHKAN KETIK JUDUL DI KOLOM SEARCH ATAU LIAT JUDUL DI SIDE BAR ====>

Download Film Ketika Tuhan Jatuh Cinta (2014) DVDRip MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 37 Menit - 58 Detik
Size: 222 mb

SILAHKAN PILIH SALAH SATU LINK UNTUK DOWNLOAD

REVIEW NYA OM
Tuhan menciptakan segala sesuatu selalu berpasang-pasangan; ada suka-duka, ada sedih-gembira. Tapi kadang kalau mengalami kesedihan, kita selalu mengeluh dan menyalahkan Tuhan. Padahal, sebenarnya di saat kesedihan itulah Tuhan menunjukkan cintaNya pada kita. Demikian yang tersirat dari film ‘Ketika Tuhan Jatuh Cinta’.

Film ini dibuka dengan pemandangan laut biru yang terbentang. Indra penglihatan penonton langsung dimanjakan keelokannya. Tapi begitu tampak bebatuan yang bertebaran di pantainya seperti film ini ingin menuturan cerita suka-duka di dalamnya. Kemudian, berganti dengan pemandangan kolam tambak ikan yang ditepinya terdapat sebuah gubuk dimana penghuninya jadi tokoh-tokoh cerita film ini.

Kisahnya tentang Ahmad Hizalul Fikri (Reza Rahadian), seorang lelaki yang dibesarkan oleh keluarga sederhana, tumbuh menjadi sosok yang saleh dan mandiri. Fikri memiliki keinginan untuk meneruskan kuliah. Sayangnya, keinginan itu ditentang oleh Abah Qasim (Joshua Padelaki), ayahnya, bahkan Umi Fatimah (Dewi Irawan), ibunya, yang sehari-hari berjualan ikan asin tidak mampu membiayainya. Ditengah kegamangan tersebut, Fikri mulai melukis dengan pasir dan akhirnya memutuskan pergi ke Bandung untuk menjual lukisannya tersebut.

Di Bandung, Fikri bertemu dengan Koh Achong (Didi Petet),seorang pemilik gallery yang memiliki anak perempuan bernama Lidya (Renata Kusmanto). Ketekunan dan kerja keras membuat Fikri sukses sebagai pelukis dan juga berhasil mewujudkan mimpinya, yaitu kuliah. Di tempat kuliah, Fikri menjadi idaman banyak perempuan kampus. Tapi, hanya ada satu gadis yang membekas di hati Fikri: Leni (Aulia Sarah).

Sebenarnya Leni menyukai Fikri, namun selayaknya gadis muslimah yang terjaga perilakunya, ia hanya menyimpan rapi perasaannya pada Fikri. Bahkan Irul (Ibnu Jamil), sahabat Fikri yang tampan, kaya dan terkenal playboy di kampus pun ditolak Leni. Setelah wisuda dan harus berpisah jauh, barulah perasaan cinta Leni dan Fikri saling terungkap. Namun, ketika keduanya mempersiapkan rencana pinangan, Leni dan Fikri harus menerima kenyataan bahwa Leni akan dijodohkan dengan lelaki lain.

Fikri dengan tulus mengingatkan Leni agar patuh pada orang tuanya. Sementara itu Irul jatuh hati pada Lidya dan mulai berpacaran dengan Lidya. Lidya hamil dan Irul ternyata lari dari tanggung jawab. Tentu saja Fikri geram dan terus mengingatkan sahabatnya dan juga menguatkan Lidya.

Cobaan lagi: Humaira (Tamara Tyasmara) adik Fikri yang patah hati, menjadi pribadi yang pemberontak. Dari sosok gadis lembut dan sangat solihah ia menjadi gadis “badung” dan bebas. Bahkan melepas jilbab dan kerja di hotel. Fikri berusaha menyadarkan Humaira. Ujian kembali datang ketika ayah ibu Fikri meninggal dunia. Ternyata Leni tidak bahagia dengan pernikahannya. Lidya yang sangat mengagumi Fikri semakin putus asa. Kemudian Shira (Enzy Storia) hadir. Semula Shira ini hendak dijodohkan dengan Irul, namun perjodohan itu gagal.

Pada suatu pertemuan Fikri diam-diam jatuh hati pada Shira. Fikri menyadari dirinya yang tak sebanding dengan keluarga Shira yang berkecukupan. Ternyata diam-diam Shira memendam cinta pada Fikri.

Film ini sangat inspiratif. Sutradara Fransiska Fiorella yang sebelumnya menggarap film-film horor dengan nama Chiska Doppert, kini mulai menunjukkan kecemerlangan dalam menggarap sebuah film. Dari film-film hantu berubah jadi film Tuhan alias film religi. Perubahan yang tentu harus mendapat sambutan hangat. Dalam film ini, ia berhasil menyajikan film drama religi yang begitu menyentuh.

Akting para pemain bisa dibilang rata-rata cemerlang. Terlebih, Reza Rahadian yang mampu membawakan peran tokoh utama Fikri dengan begitu baik. Aktor Terbaik FFI 2013 itu kembali menunjukkan akting terbaiknya. Reza tampak begitu sangat menjiwai dan melebur dengan karakter Fitri. Reza juga mampu menjalin chemistry dengan tiga aktris lawan mainnya; Renata Kusmanto, Aulia Sarah, dan Enzy Storia. Begitu juga dengan tiga lawan mainnya itu mampu mengimbangi aktingnya yang menawan. Adapun Ibnu Jamil dalam film ini juga tak kalah aktingnya mampu membawakan peran antagonis dengan baik. Juga para pemeran pendukung, seperti Didi Petet, Dewi Irawan, Joshua Pandelaki, Roy Karyadi, Tamara Tyasmara, membuat film ini semakin kuat.

Film produksi Studio Sembilan dan Leica Production yang diangkat dari novel berjudul sama karya Wahyu Sujani ini mampu menghantar kita pada kisah cinta dan ketegaran pelukis pasir. Cerita film ini yang skenarionya digarap Daniel Tito ini begitu romantis nan puitis. Ada istilah kalau orang jatuh cinta menjadi penyair yang mengobral rayuan gombal dengan kata-kata sanjungan dan pujian kepada kekasihnya. Lalu bagaimana kalau Tuhan jatuh cinta tentu lebih dari itu. Alam semesta menjadi puisi dengan kisah romantis nan puitis.

Leave a Reply